ألا ليت الشباب يعود يوماً
Puisi ini adalah ungkapan kerinduan dan penyesalan dari penyair yang merindukan masa mudanya. Dalam bait ini, Abu al-Atahiyah mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke masa muda agar dia bisa memberitahukan kepada masa mudanya tentang perubahan dan dampak yang dibawa oleh usia tua. Ini adalah refleksi mendalam tentang bagaimana waktu dan usia mengubah seseorang, dan bagaimana kebijaksanaan sering kali datang terlambat. Penyair menggunakan bahasa yang sederhana namun penuh makna untuk menggambarkan perasaan nostalgia dan penyesalan, serta kesadaran akan keterbatasan waktu.
| Word | Easy Meaning | Translation | Pron. |
|---|---|---|---|
| ألا | يا ليت | Oh, jika saja | 'alaa |
| ليت | أتمنى | Saya berharap | layta |
| الشباب | الفتوة | masa muda | ash-shabaab |
| يعود | يرجع | kembali | ya'oodu |
| يوماً | يوماً ما | suatu hari | yawman |
| فأخبره | لأخبره | agar saya bisa memberitahunya | fa-ukhbiruhu |
| بما | بما | apa yang | bimaa |
| فعل | عمل | yang dilakukan | fa'ala |
| المشيب | الشيخوخة | usia tua | al-masheeb |
Abu al-Atahiyah adalah seorang penyair terkenal dari era Abbasiyah. Dia dikenal dengan puisi-puisi yang mengandung tema zikir dan kebijaksanaan. Karya-karyanya sering kali mencerminkan pemikiran mendalam tentang kehidupan dan kematian.
View on Wikipedia