إِذا اِبتَدَرَت قَيسُ بنُ عَيلانَ غايَةً
Puisi ini menggambarkan semangat persaingan dan kebanggaan suku Qais bin Ailan dalam mencapai kemuliaan. Dalam baris pertama, "إِذا اِبتَدَرَت قَيسُ بنُ عَيلانَ غايَةً", penyair menyatakan bahwa ketika suku ini memulai sebuah tujuan, mereka melakukannya dengan penuh semangat dan tekad. Baris kedua, "مِنَ المَجدِ مَن يَسبِق إِلَيها يُسَوَّدِ", menekankan bahwa siapa pun yang berhasil mencapai tujuan tersebut akan mendapatkan kemuliaan dan pengakuan.
Gambaran ini menunjukkan betapa pentingnya prestasi dan reputasi dalam masyarakat Arab pra-Islam. Kebanggaan suku dan persaingan untuk mencapai kemuliaan adalah tema sentral dalam banyak puisi dari era Jahiliyyah. Penyair menggunakan bahasa yang kuat untuk menekankan pentingnya keberanian dan keunggulan dalam mencapai tujuan.
Secara emosional, puisi ini menyoroti kebanggaan dan tekad yang tinggi. Nada puisi ini adalah penuh semangat dan motivasi, mencerminkan nilai-nilai masyarakat pada masa itu.
Dari segi teknik, penyair menggunakan struktur qasida yang tradisional, dengan rima dan irama yang teratur. Penggunaan kata-kata seperti "غايَةً" (tujuan) dan "يُسَوَّدِ" (dimuliakan) memberikan kesan mendalam tentang pentingnya pencapaian dan pengakuan.
Puisi ini mencerminkan nilai-nilai masyarakat Arab pra-Islam, di mana kebanggaan suku dan pencapaian individu sangat dihargai. Ini juga menunjukkan bagaimana puisi digunakan sebagai alat untuk mengabadikan dan merayakan kebanggaan suku.
| Word | Easy Meaning | Translation | Pron. |
|---|---|---|---|
| إِذا | حين | apabila | idhaa |
| اِبتَدَرَت | بادرت | memulai | ibtadarat |
| قَيسُ | اسم قبيلة | nama suku | Qays |
| بنُ | ابن | anak | bnu |
| عَيلانَ | اسم | nama | Aylan |
| غايَةً | هدف | tujuan | ghaayatan |
| مِنَ | من | dari | mina |
| المَجدِ | الشرف | kemuliaan | al-majd |
| مَن | الذي | siapa | man |
| يَسبِق | يتقدم | mendahului | yasbiq |
| إِلَيها | إلى ذلك | ke sana | ilayha |
| يُسَوَّدِ | يُكرم | dimuliakan | yusawwad |
العباس بن مرداس السلمي adalah seorang penyair Arab dari era Jahiliyyah. Beliau terkenal dengan syair-syairnya yang menggambarkan kebanggaan suku dan keberanian.